Loading...

Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 15 Oktober 2010

Cyanophyta
INDRA F. X. ROMPAS
JURUSAN BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Cyanophyta (ganggang biru - hijau)
Ganggang biru=cyanophyta=ganggang hijau biru=cyanobacteria


istilah ganggang biru (cyanophyta) digunakan dalam sistem klasifikasi 5 kingdom whittaker. Sistem klasifikasi ini membagi organisme dalam 5 kelompok besar, yaitu
1.monera
2.protista
3.fungi
4.plantae
5.animalia
cyanophyta(ganggang biru) itu merupakan filum dari kingdom monera, dimana kingdoom monera terdiri dari dua filum yaitu bateri dan cyanotpyta tadi.
Sekarang klasifikasi ilmiah yang dipakai yaitui sitem klasifikasi tiga domain sistem klasifikasi inilah yang membuat nama ganggang biru jadi ganggang hijau biru.
Sistem klasifikasi terbaru ini membagi organisme dalam 3 domain besar, yaitu
1.archea
2.bacteria
3.eukaria
cyanobacteria(ganggang hijau biru) yang dulu disebut cyanophita dan masuk sebagai filum dari monera sekarang jadi filum dari bacteria(bakteria terdiri atas 2 filum yaitu bakteri dan cyanophyta). kelompok organisme yang termasuk ganggang hijau biru merupakan organisme perintis, sperti halnya bakteri.
Manfaatnya spiruliina sebagai sumber makanan masa depan dikenal sebagai superfood,
Cyanobacteria ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan, dari samudera ke air tawar ke batu sampai tanah. Mereka bisa bersel tunggal atau koloni. Koloni dapat membentuk filamen ataupun lembaran. Cyanobacteria termasuk uniselular, koloni, dan bentuk filamen. Beberapa koloni filamen memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tiga tipe sel yang berbeda: sel vegetatif adalah yang normal, sel fotosintesis pada kondisi lingkungan yang baik, dan tipe heterokista yang berdinding tebal yang mengandung enzim nitrogenase.
Fotosintesis pada cyanobacteria pada umumnya menggunakan air sebagai donor elektron dan menghasilkan oksigen sebagai produk-oleh, meskipun beberapa juga mungkin menggunakan hidrogen sulfida seperti yang terjadi antara bakteri fotosintetik lain. Karbon dioksida berkurang untuk membentuk karbohidrat melalui siklus Calvin. Dalam bentuk yang paling mesin fotosintesis tertanam ke dalam lipatan dari membran sel, disebut thylakoids. Jumlah besar oksigen di atmosfer dianggap telah pertama kali dibuat oleh kegiatan cyanobacteria kuno.
Ada dua jenis utama pigmentasi. Kebanyakan cyanobacteria mengandung klorofil a, bersama dengan berbagai protein yang disebut phycobilins, yang memberikan sel-sel biru-hijau khas warna coklat keabu-abuan-ke. Sebuah beberapa genera Namun, kurangnya phycobilins dan klorofil b serta, memberi mereka warna hijau terang. Ini asalnya dikelompokkan bersama sebagai prochlorophytes atau chloroxybacteria, tetapi tampaknya telah dikembangkan dalam beberapa baris yang berbeda cyanobacteria.

Kloroplas ditemukan pada eukariota (alga dan tanaman lebih tinggi) kemungkinan besar merupakan dikurangi cyanobacteria endosymbiotic. Endosymbiotic hipotesis didukung oleh kesamaan struktural dan berbagai genetik. kloroplas Primer ditemukan di antara tanaman hijau, di mana mereka mengandung klorofil b, dan di antara ganggang merah dan glaucophytes, di mana mereka mengandung phycobilins. ganggang lain mungkin mengambil kloroplas mereka dari bentuk-bentuk oleh endosymbiosis sekunder atau konsumsi. Pertanyaan tentang apakah kloroplas memiliki asal tunggal atau dikembangkan dalam beberapa baris belum diselesaikan.
Setiap individu sel umumnya memiliki dinding sel yang tebal, lentur, dan Gram negatif. Cyanobacteria tidak memiliki flagela. Mereka bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan. Kebanyakan cyanobacteria ditemukan di air tawar, sedangkan lainnya tinggal di lautan, terdapat di tanah lembab, atau bahkan kadang-kadang melembabkan batuan di gurun. Beberapa bersimbiosis dengan lumut kerak, tumbuhan, berbagai jenis protista, atau spons dan menyediakan energi bagi inang.
Disebut ganggang hijau biru karena berwarna hijau kebiruan. Warna itu diakibatkan oleh warna klorofil dan pigmen biru. Jika mongering koloni gannggang hijau biru mengelupas seperti kerak. Ganggang hijau biru biasanya hidup di lingkungan yang sedikit asam hingga basa, selain hidup bebas ganggang hijau biru juga ada yang hidup bersimbiosis mutualisme dengn organism lain.
Ganggang hijau biru dapat hidup di batuan, di tempat organism lain susah hidup. Dengan adanya ganggang hijau biru, terjadilah pelapukan batuan sehingga meungkinkan ganggang dan tumbuhan lain hidup. Itulah sebabnya ganggang hijau biru dikatakan sebagai organism perintis (Syamsuri,2004:150-151).
Ciri-ciri ganggang hijau biru menurut Sitorus (2004:59):
- Ada yang bersel tunggal, bersel banyak, dan ada juga yang hidup berkoloni, umumnya berupa filament, yang tersusun dari deretan sel, trikom, dan selubung.
- Selain memiliki klorofil dan karetenoid, ganggang hijau biru juga memiliki pigmen fikobilin yang menyebabkan warnanya menjadi hijau kebiruan.
- Ganggang hijau biru yang berupa filament memiliki struktur berupa sel yang menebal di dalam filamennya yang dinamakan heterosista. Fungsi utama heterosisata adalah mengubah nitrogen menjadi ammonia melalui proses fiksasi nitrogen.
Cara perkembangan ganggang hijau biru menurut Anonim (2008), dilakukan dengan tiga cara:
- Pembelahan sel.melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap bergabung membentuk koloni. Misal: Gloecapsa sp.
- Fragmentasi, terutama pada ganggang Oscillatoria, pada filament yang panjang, bila salah satu selnya mati, maka sel mati itu membagi filament menjadi dua bagian/ lebih. Masing-masig disebut hormogonium.
- Spora, pada keadaan yang kurang menguntungkan akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakan sel vegetative. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan. Contoh: Chamaesiphon camfervicolus.

1. Struktur sel ganggang hijau biru:

a. Dinding sel
Dinding sel mengakibatkan sel memiliki bentuk yang tetap. Di sebelah luar dinding sel terdapat selubung lender yang berfungsi mencegah sel darikekeringan.selain itu, lender dapat memudahkan sel bergerak, karena beberapa ganggang ini dapat bergerak denagn gerakan osilasi (maju mundur). Belum dpat dipastikan apa yang menyebabkan ganggang ini dapat bergerak.
b. Membran Sel
Berfungsi mengatur keluar masuknya zat dari dank e dalam sel. Terdapat pelipatan membrane sel kea rah dalam membentuk lamella fotosintetik/ membrane tilakoid. Pada membrane tilakoid inilah terdapat klorofil. Jadi berbeda dengan sel eukariotik yang memiliki klorofil di dalam kloroplas, ganggang ijau biru tidak mempunyai kloroplas.
c. Sitoplasma
Merupakan koloid yang tersusun atas air, protein, lemak. Gula, mineral, enzim, ribosom dan DNA. Di dalam sitoplasma inilah berlangsung proses metabolism sel.
d. Asam inti/ Asam Nukleat
DNA terdapat pada satu lokasi di dalam sitoplasma, namun tidak memiliki membrane inti. Karena itulah ganggang hijau biru digolongkan ke dalam prokariotik.
e. Mesosom dan Ribosom
Organel lain yang tidak tercantum dalam gambar adalah ribosom, ribosom merupakan organel untuk sintesis protein, sedangkan mesosom merupakan penonjolan membrane sel kea rah dalam yang berperan sebagai penghasil energi.
Peranan Ganggang Hijau Biru bagi Manusia:
a. Merugikan
Beberapa ganggang hijau biru yang hidup di air ada yang menegluarkan racun. Racun terlarut di dalam air dapat meracuni organism yang meminumnya. Sifat merugikan lainnya adalah ganging ini dapat tumbuh di batu dan tembok, sehingga tembok akan mudah lapuk.
b. Menguntungkan
1. Pengikat Nitrogen Bebas
Contoh yang dapat mengikat adalah Nostoc, Gleocapsa, dan Anabaena yang mampu menangkap nitrogen di udara.
2. Sebagai Bahan Makanan
Misalnya Spirulina yang mengandung protein cukup tinggi.

2. Perkembangbiakan ganggang hijau – biru.

Perkembangbiakan dilakukan dengan pembelahan sel, fragmentasi, dan pembentukan spora.
1. Pembelahan sel
Melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap bergabung membentuk koloni, misalnya Gloeocapsa.

2. Fragmentasi
Fragmentasi terutama pada ganggang yang berbentuk filament , misalnya : Oscillatoria.
Pada filament yang panjang , bila salah satu selnya mati, maka sel mati itu membagi filament menjadi dua atau lebih . masing – masing potongan disebut hormogonium. Bila hormogonium terlepas dari filament induk maka akan menjadi individu baru, misalnya pada plectonema boryanum.

3. Spora
Pada keadaan yang kurang menguntungkan akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakan sel vegetative, spora ini membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan.
Ganggang hijau biru dapat bergerak dengan gerakan meluncur, tetapi gerakan ini sangat lambat, kira – kira 250 mikrometer permenit. Ganggang hijau biru tidak berflagela.

c. Peranan ganggang hijau biru dalam kehidupan
Beberapa spesies ganggang hijau biru dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternative, misalnya Spirulina sp.
Beberapa spesies ganggang hijau – biru yang bersimbiosis dapat menambat (fiksasi) nitrogen bebas , sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya : Anabaena azollae.
3. Klasifikasi pada cyanophyta

• Ada 1 kelas pada cyanophyta : Cyanophyceae
• Ada 3 ordo pada cyanophyta : 1. Chroococcales
2. Oscillatoriales
3. Chamaesiphonales
a. Ordo Chroococcales
 Tidak menghasilkan spora
 Unicell, koloni
 Reproduksi ada 2 cara : pembelahan sel dengan cara unicell
fragmentasi dengan cara koloni
 Ada 1 famili: chroococcaceae
 Contoh genus : Gloeocapsa, Chroococcus, Microcystis, Merismopedia.
b. Ordo Oscillatoriales
 Tidak menghasilkan spora
 Seluruhnya filamen
 Sebagian punya heterocyst dan sebagian tidak
 Reproduksi : fragmentasi (umumnya) dan sebagian akineta
 Ada 3 famili:
1. Oscillatoriaceae (Tidak punya heterocyst)
Contoh genus: Oscillatoria, Lyngbya, Spirulina, Arthrospira
2. Nostocaceae (mempunyai heterocyst serta memproduksi akineta)
Contoh Genus: Nostoc, Anabaena
3. Rivulariaceae (Punya heterocyst serta sebagian memproduksi akineta)
Contoh genus : Rivularia, Gloeotrichia
c. Ordo Chamaesiphonales
 Menghasilkan spora
 Unicell, filamen
 Ada 2 famili Chamaesiphonaceae dan Dermocarpaceae
 Contoh genus : Chamaesiphon dan Dermocarpa
fiksasi nitrogen dan karbon
Sianobakteria adalah satu-satunya kelompok organisme yang mampu mereduksi nitrogen dan karbon dalam kondisi tidak ada oksigen (anaerob). Mereka melakukannya dengan mengoksidasi belerang (sulfur) sebagai pengganti oksigen.

4. Contoh Spesies
1. Alga biru uniseluler
- Chroococcus -> hidup di air/kolam yang tenang
- Gloeocapsa -> hidup pada batu atau epifit pada tumbuhan lain
2. Alga biru uniseluler berkoloni
- Polycistis
- Spirulina -> dapat diolah menjadi makanan kesehatan (foodsuplement)
3. Alga biru berbentuk benang
- Oscillatoria
- Nostoc commune
- anabaena azollae dan anabaena cycadae bersimbiosis dengan Azolla pinnata dan Cycas rumphii. Simbiosis Anabaena azollae dnegan Azolla
pinnata sebagai alternatif pupuk Urea, karena simbiosis ini dapat meningkatkan kadar Nitrogen di lahan persawahan.
 Manfaat cyanophyta :
Di manfaatkan sebagai protein sel tunggal (PST) atau Single Cell Protein (SCP)
Sebagai produsen primer dan pakan ikan. Beberapa spesies ganggang hijau biru dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternative, misalnya Spirulina sp.
Beberapa spesies ganggang hijau – biru yang bersimbiosis dapat menambat (fiksasi) nitrogen bebas , sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya : Anabaena azollae.
 Kerugian cyanophyta :
Beberapa spesies cyanobacteria memproduksi neutrotoksin, hepatotoksin, sitotoksin, dan endotoksin, membuat mereka berbahaya bagi hewan dan manusia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar